Soal UTS Topik Khusus

3:59 PM 0



1. Jelaskan tahapan dalam text mining?

2. Jelaskan kegunaan dan fungsi dari masing-masing tahapan diatas!

3. Berikan penjelasan contoh algoritma yang dipakai pada masing-masing tahapan diatas.

4. Jelaskan perbedaan antara toko online dengan pasar online!

5. Apa yang dimaksud dengan Targeted Marketing?

6. Sebutkan dua media iklan online yang dapat digunakan dalam Targeted Marketing!

7. Sebutkan empat fitur yang membedakan Mata Garuda dan USer Interface dari Snort lainnya! Berikan sedikit deskripsi dari fitur tersebut!

8. Jelaskan pengertian wireless sensor network (WSN) dan berikan sepuluh contoh implementasi WSN di kehidupan sehari-hari.

9. Jelaskan pengertian standar IEEE 802.15.4 Wireless Personal Area Network (WPAN), dan di layer mana letak algoritma CSMA/CA

10. Jelaskan topik beserta ringkasan singkatnya dari salah satu narasumber pada acara Keynote Talk KCIC 2015 lalu.
Soal UTS Isu Profesional & Sosial IT [Part5 - Part10]

Soal UTS Isu Profesional & Sosial IT [Part5 - Part10]

3:00 PM 0


5. Jelaskan tentang profesi yang Anda jelaskan bersama kelompok dan sebutkan syarat sertifikasi yang harus dimiliki dalam profesi tersebut!

6. Apa pengertian dari Cybercrime? Jelaskan!

7. Sebutkan jenis-jenis cybercrime berdasarkan jenis sasaran kejahatan!

8. Terdapat 3 strategi untuk menanggulangi cybercrime yaitu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Sebutkan ketiga strategi tersebut!

9. Bagaimana cara menanggulangi pelanggaran hak cipta!

10. Tuliskan contoh cybercrime yang Anda jelaskan oleh kelompok Anda!
Soal UTS Isu Profesional & Sosial IT [Part4]

Soal UTS Isu Profesional & Sosial IT [Part4]

2:54 PM 0
4. Dalam menklasifikasikan pekerjaan di bidang IT South Asia Regional Computer Confederation (SEARCC) mempertimbangkan beberapa hal yaitu? jelaskan!


a. Crss Country, cross-enterprise applicability ini berarti bahwa job yang diidentifikasi tersebut harus relevan dengan kondisi region dan setiap negara pada region tersebut, serta memiliki kesamaan pemahaman atas setiap fungsi pekerjaan.

b. Function Oriented bukan title oriented. Klasifikasi pekerjaan berorientasi pada fungsi, yang berarti bahwa gelar atau titel yang diberikan dapat saja berbeda, tapi yang penting fungsi yang diberikan pada pekerjaan tersebut sama. Gelar atau titel dapat berbeda pada negara yang berbeda.

c. Testable/certificable. Klasifikasi pekerjaan harus bersifat testable, yaitu bahawa fungsi yang didefinisikan dapat diukur/diuji.

d. Applicable. Fungsi yang didefinisikan harus dapat diterapkan pada mayoritas Profesional TI pada region masing2
Soal UTS Isu Profesional & Sosial IT [Part3]

Soal UTS Isu Profesional & Sosial IT [Part3]

2:47 PM 1
3. Apa definisi dari profesi dan profesional, jelaskan! berilah contoh!



Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan2 sebelumnya. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Profesional adalah orang yang menjalankan profesinya secara benar menurut nilai2 normal. Untuk menjadi seorang yang profesional, diperlukan: komitmen, tanggungjawab, kejujuran, sistematik berpikir, penguasaan materi, menjadi bagian masyarakat profesional.
Soal UTS Isu Profesional & Sosial IT [Part1]

Soal UTS Isu Profesional & Sosial IT [Part1]

2:31 PM 0
1. Apakah pekerjaan di bidang IT dapat disebut sebagai profesi? jelaskan alasannya!



Untuk mengatakan apakah suatu pekerjaan termasuk profesi atau bukan, kriteria pekerjaaan tersebut harus diuji. Sebagai contoh, pekerjaan sebagai staff operasional komputer (sekedar mengoperasikan), tidak masuk dalam golongan profesi jika untuk bekerja sebagai staf operator tersebut tidak membutuhkan latar belakang pendidikan, pengetahuan dan pengalaman tertentu. Adapun seorang software engineer dapat dikatakan sebagai sebuah profesi karena seorang yang bekerja sebagai software engineer haruslah berpengetahuan dan memiliki pengalaman kerja di bidangnya.

Julius Hermawan (2003), mencatat dua karakterstik yang dimiliki oleh software engineer sehingga pekerjaan tersebut layak disebut sebuah profesi, yaitu :
a. Kompetensi
Kompetensi yang dimaksud yaitu sifat yang selalu menuntut profesional software engineer untuk memperdalam dan memperbarui pengetahuan dan keterampilannya sesuai tuntutan profesinya.

b. Tanggung jawab pribadi
Yang dimaksud yaitu kesadaran untuk membebankan hasil pekerjaannya sebagai tanggung jawab pribadi.

Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab secar baik dan benar, seorang software engineer perlu terus mengembangkan bidang ilmu dalam pengembangan perangkat lunak, seperti :

- Bidang ilmu metodologi pengembangan perangkat lunak
- Manajemen sumber daya
- Mengelola kelompok kerja
- Komunikasi



UTS Manajemen Kepemimpinan

3:57 PM 0


Saya memahami konsep manajemen dalam konteks sehari hari adalah bagaimana kita mengatur waktu kita dalam keseharian kita atau proses menggunakan keahlian kita dan tim untuk mencapai suatu tujuan bersama. Menurut Richard Barrett (2003:51)[1], Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan menurut James AF.Stoner (1992:8)[2], Manajemen Kepemimpinan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sedangkan kepemimpinan adalah faktor yang menjadi salah satu penentu apakah manajemen itu bisa bagus atau tidak. Sedangkan menurut Garry Yukl (1994:2)[3], Kepemimpinan sebagai sebuah proses pengaruh social yang dalam hal ini pengaruh yang sengaja dijalankan oleh seseorang terhadap orang lain untuk menstruktur aktifitas-aktifitas serta hubungan-hubungan sebuah kelompok atau organisasi. Sedangkan menurut John Adair (2005)[4], Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

Jadi menurut saya manajemen memiliki hubungan dengan kepemimpinan. Kepemimpinan butuh di manajemen dan manajemen butuh pimpinan. Keduanya saling mempengaruhi satu sama lain dan berjalan bersama, jika  salah satunya buruk, maka akan berdampak pada salah satu lainnya. Walau kebanyakan manajemen diartikan selalu dikerjakan oleh organisasi, tapi sebenarnya bisa digunakan untuk hal yang tidak berkaitan dengan organisasi.

Kepemimpinan dalam kegiatan kerja praktek yang saya rasakan disana menggunakan tipe Demokratis - Militer, demokratis untuk pembibing kerja praktek ke pelaksana kerja praktek dan militer untuk pemimpin ke pegawainya. Suasana tempat saya kerja praktek seperti kantor pemerintahan pada umumnya, masuk mulai dari pagi jam delapan hingga jam lima sore, saya di beri kebebasan untuk menempati ruang yang tersedia, karena bukan hanya saya yang kerja praktik maka saya harus baerbagi tempat dengan anggota kerja praktek dari tempat lain, karena sistem yang diterapkan adalah sistem dempokratis setiap orang bisa menempati tempat yang  mana saja asalkan dia datang duluan dari pada yang lain. Pada jam duabelas siang saya juga di beri kebebasan untuk memilih sholat jamaah di masjid atau sholat di mushola tempat kerja praktek, atau jika saya mau saya bisa makan siang duluan di kantin, saya juga di beri kebebasan untuk mengambil keperluan saya sendiri dalam mengerjakan kerja praktek, yang saya kerjakan di tempat kerja praktek adalah menambahkan fitur baru yang belum ada, saya seharusnya harus datang jam delapan pagi, namun saya di beri kebebasan datang, dan biasanya kalau telat pun tidak masalah, kita juga di berikan fasilitas bisa berdiskusi dengan pegawai yang lain atau dengan teman lain yang juga kerja praktek. dan pada akhirnya saya di beri komisi atau uang jajan atas apa yang saya kerjakan. Di tempat kerja praktek ada sedikit kontradiksi kepemimpinan, karena saya tidak di beri tugas yang benar benar jelas, tidak benar benar di berikan jatah waktu mengerjakan dan jatah waktu selesai dalam menyelesaikan fitur baru tersebut. namun saya sadar karena status saya adalah pelaksana kerja praktek dan bukan pegawai tetap pada institusi tersebut.

Situasi di tempat kerja praktek seperti kantor pada umumnya, setiap orang dalam ruangan kantor itu memiliki meja masing masing dan seperangkat alat kerja seperti komputer, printer, scanner, mini server dan alat kelengkapan yang lainnya. Komunikasi saya dengan pemimpin di tempat kerja praktek itu hanya pertemu sekali saja hanya untuk berkenalan dan memberitahu bahwa saya kerja praktek di situ, selebihnya saya berkomunikasi dengan pembimbing kerja praktek. Saya sendiri akan menerapkan gaaya kepemimpinan militer, semua kegiatan pengerjaan aplikasi ataupun kegiatan perbaikan harus terjadwal dengan baik. Semua ada batasan waktu mengerjakan. Walaupun statusnya pelaksana kerja praktek, namun harus di bangun mentalnya sebagai pekerja yang disiplin dan mempunyai etos kerja yang tinggi, apresiasi yang besar memang sudah di berikan oleh pimpinan di tempat kerja praktek saya dengan memberikan uang jajan yang pantas.



[1] Richard Barrett, 2003, Vocational Business: Training, Developing and Motivating People by - Business & Economics.
[2] James A. F. Stoner, 1997, Management, Food and Agriculture Organization of the United Nations.
[3] Garry Yukl, 2008, Leadership in Organizations,  Prentice Hall.
[4] John Adair, 2005,"Cara Menumbuhkan Pemimpin", Gramedia Pustaka Utama.]


SIG - File Geodatabase

11:05 AM 1



1. Jalankan ArcCatalog kemudian buat sebuah file geodatabase baru. Beri nama file geodatabase tersebut nrp_Jawa_Timur.gdb!




2. Masukkan (impor) file peta Kabupaten.shp, Kecamatan.shp, POIPoint.shp, dan Sungai.shp kedalam file geodatabase anda!




3. Masukkan (impor) file tabel SensusKabupaten.dbf kedalam file geodatabase anda!




4. Padatkan (compress) file geodatabase anda!



5. Buatlah dokumen peta baru, tambahkan layer “Kabupaten” dan “SensusKabupaten” dari file geodatabase anda!



6. Gabungkan (join) layer “Kabupaten” dengan layer “SensusKabupaten”!




7. Tambahkan koordinat titik pusat (centroid) pada tabel data atribut dari layer “Kabupaten” anda!









8. Ekspor tabel data atribut yang telah berisi koordinat pusat. Simpan hasil ekspor di dalam file geodatabase anda dan beri nama “nrp_Kota”!







9. Buat sebuah feature class baru berdasarkan feature class “nrp_Kota” yang telah anda buat pada latihan no 8!




10. Buatlah peta choropleth untuk luas area wilayah kabupaten dan peta Graduated Symbol untuk populasi per kabupaten di Jawa Timur!